Jadi Miskin atau kaya? Pilihan atau Bukan?

Hati-hati...... Tanpa sadar, kita bisa menjadi penyebab kesenjangan dan kecemburuan kaya miskin itu terjadi 


Hidup ini tak pernah ada yang tau apakah yang akan terjadi sekarang atau masa yang akan datang. Kehidupan memiliki jalannya sendiri, terkadang naik, turun, berlekok bahkan bisa menukik tajam. Tak ada yang tau rahasia Ilahi ini.



Saat ini pukul 12.28 WIB, sudah lewat tengah malam. Tapi mata dan hati belum mau tenggelam Kuputuskan untuk mengetik apa yang terpendam

Menjadi miskin atau kaya , itu sudah Qodarulloh (Takdir dari Allah). Sebagian ada yang berpendapat bahwa menjadi miskin atau kaya bukan sebuah pilihan. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah pilihan hidup yang mana udah di pilih oleh yang menjalani nya



Terlepas dari itu semua, Menjadi paling miskin atau paling kaya di satu keluarga sangatlah tidak nyaman. Ntah lah kalau ada yang menganggap itu nyaman-nyaman saja, artinya keluargamu bahagia

Tapi bagaimana dengan yang memandang bahagia itu hanya dilihat dari uang
Sebagai contoh :
Disaat si Kaya dapat memberikan segala kebutuhan dan kemauan orangtua. Sementara si miskin tak sanggup memenuhi kebutuhan orangtuanya. Apalagi ketika orangtua selalu menyebut-ngebut kalau si kaya memberikan ini dan itu. Maka pastilah si miskin dengan hati nurani yang masih kurang iman merasa merana. Ada kesenjangan , ada kecemburuan , ada kesedihan dan ada kekhawatiran.

Apalagi jika seseorang masih menuntut ilmu dan belum menghasilkan apa-apa, maka pasti akan kalah dengan yang sudah berpenghasilan
Terkadang memamerkan pemberian orang lain hampir sama dengan membandik-bandingkan si pemberi dengan yang belum memberi 

Apakah rasa dan keadaan ini hanya di rasakan si miskin?

Tentu saja tidak ! Kita tidak bisa hanya memihak pada si miskin karena kita tidak tau bagaimana perasaan si kaya. Tapi yang menjadi pelajaran adalah
Jika nanti kita menjadi orangtua, jangan pernah untuk memamerkan pemberian sikaya pada si miskin
Begitu juga sebaliknya. Tulisan ini bukan untuk mengisahkan sebuah kisah nyata. Tetapi ternyata peristiwa ini banyak di alami manusia di bumi ini. Siapapun kalian, apakah berada dalam kondisi sikaya atau simiskin. Ingatlah bahwa semua ini sudah Qodarulloh



Jalanilah dan tetaplah berfikiran positif dan terus berbakti pada Orangtuamu. Karena bagiku kebahagian ini adalah jika Orangtuaku juga bahagia. Terlepas dari apa yang sudah kita dapatkan Mereka adalah jalan menuju surga Allah

Stay safe semua
Saranghaeyo

4 Comments:

  1. Sebenarnya ada pepatah kan, "kalau kamu terlahir miskin itu bukan salah mu, tapi kalau kamu meninggal miskin itu salah mu", jadi menurut saya kaya miskin itu pilihan, walau takdir juga menentukan , tapi kalau kita pasrah saja apa yang terjadi?, demikian dengan si kaya, apabila dia tidak mempertahankan kekayaannya apa yg terjadi?. Ini hanya bagaimana pola pikir kita

    ReplyDelete
  2. Ternyata dimasa sekarang masih banyak orang tua yang hanya memikirkan sukses itu dari uang, atau menjadi salah satu abdi negara, bahkan jika menikah dengan abdi negara juga sukses, inilah kenapa ilmu parenting itu penting untuk orang tua, agar tidak memiliki pola pikir yang salah. Seperti menganggap sukses dari uang misalnya

    ReplyDelete
  3. Kalau saya sih ya, bakal jadi ortu yang berusaha mengerti dengan kondisi anak, tidak membandingkan jika salah satu kondisi anak saya kurang, insyaAllah saya akan begitu

    ReplyDelete
  4. Wah, saya bersyukur orang tua saya tidak membanding bandingkan saya dengab saudara yang lain, entah itu dari segi materi atau akademik, orang tua saya selalu berusaha adil sih

    ReplyDelete

Harap komentar yang baik dan relevan ya kak,
Saranghaeyo

Follow Me On

Tentang saya

Met datang di blog NVQueen

Hanya blog Anak bawang yang masih belajar menulis untuk menyampaikan info kesehatan, tips-tips dan sedikit signal dari hati

RECENT POSTS

5/recent/post-list