Resume Wawancara Anies Dengan Media Asing - NVQueen



Wawancara salah satu media asing Australia Sidney Morning Herald kepada bapak Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta saat ini. Sama sekali tidak ada menyindir atau menghakimi suatu pihak. Review wawancara ini hanya keinginan saya saja untuk menulis apa yang sudah beliau katakan 

Sebelum memulai saya rasa saat ini seluruh Kepala Daerah di Seluruh Indonesia sedang bekerja keras melakukan yang terbaik untuk penanganan Covid-19. Wawancara ini saya rasa hanya salah satu contoh apa yang sudah di lakukan seorang kepala daerah dan jajarannya.

Sebagai dasar teori
Tracing adalah konsep untuk mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien covid-19
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait

bismillah mari kita simak dengan positif thingking dan energi yang baik.

Bagaimana upaya Jakarta untuk tracking penyebaran Covid-19? Terdata 50-150 Kasus perhari

Sebentar saya siapkan Ipad untuk bisa siapkan data-data 

Melihat naik turunnya kasus, Apakah sekarang tren  penyebaran Covid-19 di Jakarta sudah melandai atau masih naik?

Ada dua hal yang berbeda disini, Pertama adalah jumlah kasus Covid-19 dan yang kedua mengenai jumlah hasil test. Yang ditampilkan disitus adalah jumlah hasil tes dan hasil tes tergantung darikapasitas tes kita. Jadi data yang kami punya berasal dari hasil tes yang di rilis kementrian kesehatan dan menunjukan masih flutuaktif naik turun. itu yang pertama. menurut kami belum terlihat ada tren penurunan. lalu yang kedua jumlah kasus yeng sebenarnya, kami melihat dari jumlah angka pemakaman. Seperti yang anda ketahui angka pemakaman pada bulan maret dan april itu sangat tinggi. 

iya sangat tinggi 

sebentar saya data, pada bulan april sekitar 4590 pemakaman di bulan itu, dalam empat minggu. Sementara di bulan maret lonjakan angka pemakaman terjadi di minggu ke 3 dan ke 4. ankanya sekitar 4300. Jika kita anggap CFR (Case Fatality rate) sekitar 5-10% maka kasus positif Covid-19 sebenarnya diluar sana ada mungkin sekitar 40.000-80.000
Singkatnya saya belum yakin apakah tren kita benar-benar sudah melandai, kita harus menunggu beberapa minggu lagi agar dapat menyimpulkan trennya sudah melandai atau belum 
(angka-angka diatas kemudian di revisi di bawah, saya tidak mau mengurangi atau mengganti kata yang beliau ucapkan)

Baiklah pertanyaan berikutnya, ketika kami bertanya soal data pemakaman april, kami diarahkan untuk bertanya pada gugus tugas Covid-19Nasional milik pemerintah pusat, Apakah memang mereka melarang Anda untuk merilis data pemakaman ? 


Mereka tidak pernah melarang, tapi mereka menghimbau orang-orang untuk tidak percaya data kita. mereka bilang angka pemakaman itu belum tentu kasus kematian karena Covid-19 . Ya memang benar, belum tentu semuanya karena kasus Covid-19. Tapi angka rata-rata pemakaman di Jakarta itu sebelum (Covid-19-red) sekitar 2700/bulan lalu tiba-tiba melonjak hingga 4000 lebih tentu menarik perhatian. 

Ya tentu saja, itu maksud anda. Tadi anda baru saja berbicara mengenai PCR, meningkatkan kemampuan testing di Jakarta. Bagaimana statusnya saat ini? Berapakah kapasitas testing PCR yang bisa dilakukan Jakarta saat ini?


Saat ini kemampuan testing kita 3086 sampel perhari, (membuka buku agenda, mencari catatan beliau tidak mau sembarangan memberi data) 

Saya tahu ini pertanyaan yang sangat spesifik, saya tidak bermaksud menjebak anda menyebutkan angka yang salah. Pada awalnya kan hanya ada satu laboratorium yang diizinkan melakukan tes lalu laboratorium EIJKMAN akhirnya di perbolehkan dan juga beberapa laboratorium universitas lalau diperbolehkan ada berapa laboratorium di Jakarta saat ini yang di izinkan melakukan tes di Jakarta ? 


Saat ini ada 23 laboratorium dalam jaringan kami yang bekerja dalam koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dalam wewenang Pemprof DKI Jakarta. Tadinya lab-lab independen lalu kita membentuk semacam jaringan kolaborasi. Sebuah jaringan lab yang khusus menangani sampel tes Covid-19 

Berapa  target kapasitas tes anda? Tadi kan anda sedang mendatangkan lebih banyak PCR ke Jakarta, 100 per hari? 


Sejauh ini, melihat jumlah sampel yang masuk tiap hari, sebenarnya masih cukup kapasitas tes kita. Jika kita lihat angkanya, setiap hari kita menerima sampel. Begitu ada pasien yang baru masuk RS, mereka langsung di test dan sejauh ini masih dalam kapasitas kemampuan testing kita. Jadi kita belum kewalahan. Telpon saya barusan soal mendatangkan PCR adalah untuk antisipasi jika keadaan memburuk agar kita siap, tapi untuk saat ini kita aman 

Oke, saya senang mendengarnya, menurut anda kapan kira-kira puncaknya kasus Covid-19 di Jakarta.?


Jujur saya tidak yakin kapan , yang saat ini kita terus lakukan tracing dan testing. Fokus kami pada kecamatan - kecamatan yang sangat padat yang memiliki kasus positif Covid-19, kami melakukan testing pada wilayah-wilayah tesebut. Dan aspek lainnya ini kami mengalami perpindahan penduduk dari jakarta ke luar jakarta , ya mudik , ya pulang kampung, dan itu berpengaruh pada penurunan itu yang saya tkutkan mereka menjadi pembawa virus (Carrier) ke kampung halamnnya 

Tidak yakin bagaimana menanyakan ini, tapi saya tanyakan saja. Apakah pemerintah pusat terlambat untuk melarang mudik? 


(Tertawa) ya, saya berikan gambaran. Pada 30 maret kami telah menutup semua terminal antar kota di Jakarta. Pemprof DKI Jakarta yang menutup. Tapi kemudian dibatalkan ( Oleh Kemenhub) sayang sekali , lalu pada tanggal 23 April mereka akhirnya memberlakukan kebijakan yang sama dan hari ini saya dengar mereka melonggarkan lagi kebijaksanaan tersebut. nanti say kirimkan tautan beritanya
baru saja sejam yang lalu . Yang akan kami lakukan sekarang di Jakarta, kami membatasi orang untuk kembali memasuki jakarta setelah mudik 

Itu sekitar 18 mei atau..? orang-orang akan kembali dari mudik 


mereka akan kembali pada akhir mei, karena idul fitri tanggal 24-25 mei , jadi setelah 24-25 mei biasanya 

Saya sempat bbaca, Anda perkirakan sekitar 2 juta orang sudah mudik? Apakah benar? 


Saya rasa (ambil ipad lagi sipakan data real di lapangan) Tahun lalu saja ada 7 juta orang mudik dari jakarta, saya harus pastikan lagi angkanya, tapu tidak kurang dari 1,6 juta orang telah keluar dari Jakarta 

Itu hanya untuk DKI Jakarta saja kan? bukan Jabodetabek? 

Ya, hanya DKI Jakarta 

Boleh saya bertanya lagi soal penyebaran Covid-19? Anda pernah sebut soal ini beberapa waktu lalu angka pemakaman bulan ini 4000-an dan jika tingkat kematian sekitar 5-10% maka sebenarnya ada 40-80 ribu kasus positif di luar sana. Apaakh estimasikasus positif Pemprof DKI Jakarta berbeda dengan kasus positif versi pemerintah pusat? Karena angka di situs DKI Jakarta dengan angka di situs pemerintah pusat, tidak cocok angkanya. estimasi anda tadi ada sekitar 40 ribu 


Maaf saya harus koreksi angka tadi begini angka tadi yang angka pemakaman sekitar 4500 -an kita anggap 3000 adalah angka pemakaman biasa, yang meninggal karena kasus selain Covid-19 jadi sisanya ada sekitar 1500 pemakaman angka lonjakann pemakaman ini kemungkinan besar diakibatkan oleh Covid-19, jadi kalau tingkat kematian Covid-19 adalah 5-10% maka diluar sana mungkin sebenarnya ada 15 ribu kasus positif Covid-19 

Pertanyaan saya lagi, apakah angka estimasi tadi yang yang jadi dasar penanganan Covid-19 oleh Pemprov DKI Jakarta? Seingat saya angka kasus positif versi pemerintah pusat 5000-an , tapi sebagai gubernur anda harus bertindak berdasar kenyataan di lapangan, kan? 


ya menurut kami angka kasus positif sebenarnya di Jakarta jauh lebih tinggi daripada yang di umumkan oleh kementrian kesehatan. 

Seberapa frustasinya kah anda dengan respon pemerintah pusat dalam menangani Covid-19?


(Tertawa, duh ganteng banget) benarkah harus saya jawab? 

Harus dong, tapi gak juga , mungkin saya ganti pertanyaan lain . Anda pernah berbeda pendapat dengan pak Jokowi, saya pernah wawancara dia, orangnya baik dan pintar, tetapi anda pernah berbeda pendapat dengannya pada beebrapa isu penting , Bagaimana hubungan anda dengan pak Jokowi sekarang ? 


Hubungan kita baik-baik saja, kami sering rapat jarak jauh melalui zoom seperti kita sekarang hamoir tiap minggu, jadi komunikasi kita baik-baik saja. Mungkin lebih ke hubungan kami dengan kementrian kesehatan yang lebih membuat frustasi kami harus sampai harus mendorong beberapa kebijakan dulu agar dapat melakukan yang harus di dahulukan, seperti membatasi interaksi antar orang di kota ini . Saya berikan gambaran apa yang kami alami selama ini 
Ketika kami pertama kali mengetahui kasus di wuhan, akhir desember, awal januari tanggal 6 januari kami sudah mulai merespon, kami adakan pertemuan dengan semua pengurus rumah sakit di Jakarta untuk memberitahu mereka soal, waktu itu kita sebutnya penemonia wuhanwaktu itu belum disebut Covid-19, masih penemonia wuhan, lalu kita siapkan sebuat nomor hotline untuk semua rumah sakit di Jakarta, 190 jumlahnya, Jika anda menemukan kasus seperti ini, laporkan ke kami, lalu kami mulai memonitor pasien dengan gejala seperti pnemonia wuhan, angka kasus tersebut mulai merangkak naikdari Januari, Februari  karena itu saya segera mengeluarkan instruksi gubernur ini untuk seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta semua ditugasi untuk tanggap darurat Covid-19 , lalu ketika angka yang kami monitorsemakin naik hari ke hari, kami tidak diperbolehkan untuk tes sendiri . jadi setiap ada kasusyang di curigai Covid-19, kami harus kirim sampelnya ke lab pusat lalu lab pusat akan memberitahukan hasilnya positif atau negatif.

Pada akhir februari, kami merasa heran kenapa semua tes hasilnya kembali negatif? Kami memutuskan untuk mengumumkan ke publik. bahwa selama ini kami telah memantau dan ini angkanya tapi langsung disangkal oleh Kemenkes dan mereka bilang tidak ada kasus positif Covid-19 (di Jakarta), tentu saja kami tidak punya bukti untuk bilang ada kasus positif , tapi menurut kami kita sebagai pemerintah harusnya lebih responsif , harus meningkatkan kewaspadaan publik, memperingatkan mereka akan hal yang terjadi agar masyarakat mengerti pendekatan kami selalu mengedepankan transparansi, tentang jumlah kasus, transparansi tentang langkah-langkah yang kami lakukan agar masyarakat percaya pada kami, sayangnya kami punya cara pandang yang berbeda . Kementrian kesehatan tidak memiliki cara pandang yang sama , ketegangan semacam itulah yang terjadi 
Jadi bukan masalah politis, tetapi lebih perbedaan cara pandang teknokratis
dari sisi pemprov DKI selalu utamakan transparansi, jelaskan langkah-langkah untuk timbulkan rasa aman tetapi kemenkes kesehatan merasa harus melakukan sebaliknya, kalau kita transparan akan menimbulkan kepanikan sayangnya itu buakn prinsip kami beberapa minggu terakhir ini para pengamat kadang terlalu politis melihat permasalahan ini padahal tidak ada hubungannya dengan politik sama sekali antara cara pandang pemprov DKI jakarta dengan kemesnkes dalam menangani Covid-19 ini bukan soal gubernur dan presiden , jadi saya rasa terlalu jauh kalau dikait-kaitkan dengan politik 
Karena itu kami meminta wewenang untuk melakukan pembatasan (PSBB) nahkan waktu belum diberikan weweanng sebenarnya kami di Jakarta sudah melakukan pembatasan mulai 14 maret kalau tidak salah , kami sudah menutup sekolah , meutup taman, menutup tempat-tempat publik, meseum , kami sudah melakukan itu semua jauh lebih dulu dan waktu itu kami dikritik habis-habisan karena dianggap berlebihan  

Waktu itu respon saya terhadap semua tudingan, saya tidak takut apa kata sosial media tentang kebijakan kami, saya lebih takut apa yang akan dituliskan sejarawan dimasa depan nanti tentang kebijakan kami 

Ini menarik, tiap kali saya meng-tweet sesuatu tentang anda selalu mendapat ribuan RT dan likes kebanyakn memujianda di media sosial Sepertinya banyak orang jakarta yang senang dengan kinerja anda , sementara kurang begitu senang dengan pak Jokowi 


Jadi kami telah lakukan adalah pembatasan secara aktif sejak dini, ini menurut kami yang mungkin telah berpengaruh pada kondisi hari ini di Jakarta. dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 seperti pemakaian masker , kita mulai melakukan itu dari sejak akhir maret , pada tanggal 16 maret sepertinya kita mulai sosialisasikan lalu pada 23 maret kita mulai mewajibkan pakai masker di semua transportasi publik dan kemudian kita mulai berlakukan sansi apabila tidak memakai masker 

Bisakah kita kembali lagi kepertanyaan, kapan puncaknya? masih ada 5-10 menit untuk beberapa pertanyaan. Pemerintah pusat, contohnya Pak Doni mengatakan keadaan akan kembali normal pada juni/juli , menurut anda itu mungkin? 


Saya selalu bilang, urusan kami bukan soal ramal meramal. Jadi kami selalu berpegang pada analisa ahli epidemiologi. Serahkan pada mereka ahlinya untuk tahu kapan kita akan mencapai puncaknya, kapan akan selesai. Tugas kami adalah memasktikan semua yang diperlukan dari testing, tracing, menyediakan tempat isolasi, menyediakan bantuan sosial, memastikan semua itu siap, walau belum tahu kapan krisis ini akan selesai pastinya. Saya tidak mau meramalkan, kalau melihat datanya sepertinya tidak akan selesai dlaam waktu dekat, itu juga yang di katakan para ahli epidemiologi selama ini . Mr. James, inilah waktunya bagi para pembuat kebijakan untuk mempercayai sains, inilah waktunya untuk membuktikan bahwa kebijakan kita berdasar pada fakta ilmiah , saya memilih untuk berpatokan pada sains dalam mengatasi masalah ini 

Kebijakan yang tepat, pak gubernur. Seharusnya lebih banyak pemerintahan diseluruh dunia yang melakukan itu, beberapa memang sudah, tapi belum semuanya seperti misalnya yang di AS. 


Beliau cuma tertawa saja tidak menjawab

Begini... bagaimana ya saya tanyakan ini. Anda banyak di puji atas penanganan terhadap krisis ini , saya percaya anda mungkin adalah salah satu kandidat terkuat pilpres 2024 . Apakah itu juga anda fikirkan? 


Tidak, tidak . Ini terlalu dini untuk membicarakan sesuatu yang mungkin terjadi empat tahun  lagi. Saat ini prioritas saya adalah keselamatan warga Jakarta. Setiap kali bangun pagi, saya lihat angka-angkanya, datanya, kehilangan satu nyawa saja itu adalah saudara kita, sesama warga Jakarta, itulah fokus saya sekarang . Saat ini sedang krisis, pemilu masih jauh, terlalu jauh buat di fikirkan . Mr James saya tidak pernah lupa angkanya, pada waktu kita umumkan angkanya termasuk tinggi, 283 yang meninggal karena Covid-19, itu awal april dan sekarang kita sudah mencapai angka ribuan
saya selalu bilang ini bukan sekedar angka-angka statistik . tiap angka adalah suami, istri, ibu, adik, kakak, yang masih sehat-sehat saja bulan lalu, jadi fokus kita seharusnya pada mreka saat ini 

Maaf saya tadi lupa tanyakan soal rumah sakit, bagaimana kapasitas rumah sakit di Jakarta? Kayaknya masih cukup sekarang? 


Jadi kami punya ketika dulu baru mulai menangani Covid-19, kami panggil semua RS di Jakarta 190 RS. 6 Rs sudah ditunjuk menjadi RS rujukan Covid-19 pertama oleh pemerintah pusat . Kami membuat sistem dengan mengajak konsultas swasta untuk membantu kami merancang sebuah sistem manajemen pasien yang masuk ke jaringan pelayanan kesehatan Jakarta . Jadi sekarang kita memiliki dashboard yang memonitor keluar masukpasien di semua RS. Berkat krisis ini kita jadi punya sistem ini dan kini mulai diadopsi oleh semua RS lainnya. Jadi kita mulai dari 6 RS lalu dihitung proyeksi jumlah pasien yang mungkin akan terjadi. Kini kita telah memiliki 63 RS yang menjadi RS rujukan Covid-19 di Jakarta . Tapi kapasitas RS yang mampu tangani covid-19 walaupun  belum resmidinyatakan sebagai RS Rujukan total kita punya 172 RS yang mampu . Karena itulah di Jakarta, ketika ada pasien baru, kita masih bisa menampungnya. Untuk gambaran, total kamar ICU yang kita punya (liat HP buat mastikan data) sekitar 1200 tapi saat ini hanya sekitar 900 kamar yang terisi pasien Covid-19

Oke itu kabar yang menggembirakan 


Lalu kita punya 1600 ranjang khusus untuk pasien Covid-19 tapi kapasitas itu sampai saat ini belum pernah penuh , Kalau kita bicara seluruh ranjang RS di Jakarta ada 23 ribu ranjang. Nah dengan kapasitas ini kami di Jakarta sanggup menangani masalah Covid-19. Dan karena itu kami sebenarnya berharap demi keselamatan bangsa ini, harus membatasi pergerakan penduduk, karena kalau ada yang sakit di jakarta, kami punya fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik daripada mereka di kampungnya. Kalau Jakarta mau egois, sebenarnya akan lebih baik biarkan saja mereka pulang kampung karena itu mengurangi beban Jakartta, tapu itu bukan sikap kami . Sikap kami adalah tetap tinggal di Jakarta agar kalau anda sakit kami bisa rawat anda disini . itulah beberapa statitiknya 

Apa yang anda harapkan dari pak Jokowi dalam penanganan Covid-19. Apa yang anda perlukan dari pak Jokowi, apakah ada kebijakan yang harus di putuskan entah peraturan pemerintah pusat  atau butuh lebih banyak dana atau bantuan sosial? 


Ya, saya fikir dampak ekonomi cukup besar di Jakarta. Bahkan APBD kami mengalami penyusutan menjadi hampir 53% 

Ya saya sudah dengar itu  


Kita harus pastikan bantuan sosial untuk mereka yang membutuhkan , bukan hanya untuk jakarta tapi untuk jabodetabek, karena krisis kesehatan akan berdampak langsung pada ekonomi terutama lapangan pekerjaan , karena intervensi pemerintah pusat amat diperlukan 

Pertanyaan terakhir tidak ada berkaitan dengan corona, saya harus tanyakan, Apakah ide bagus untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ?

(Tertawa) saat ini lebih baik fokus pada covid-19 dulu 

(Mr. James kekeuh banget) justru itu pertanyaan selanjutnya, apakah tetap akan pindah? setelah krisis Covid-19? Apakah anda mau sesuatu off the record ?


Tidak, saya tidak ada komentar soal itu

Demikian review wawancara yang saya ambil dari 3 rekaman video Youtube  Miecko One seven
Kebetulan muncul di Timeline Facebook saya, lalu saya cari aslinya dan menulis ulang perkataan beliau.

Mohon maaf jika tulisan ini ada menyinggung perasaan banyak pihak

Staysafe semua
Saranghaeyo

31 Comments:

  1. Ciri khas pak Anis emang, selalu pake data..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitu ya kak , kakak lebih paham brarti

      Delete
  2. Apa yang dilakukan atau disampaikan Pak Gubernur diusahakan berdasarkan bukti yang akurat supaya jadi lebih jelas. Mantap deh.

    ReplyDelete
  3. Semoga dengan apa yang disampaikan bisa diterapkan ya. Jadi lebih joss, hihihi

    ReplyDelete
  4. Semoga pandemi segera berakhir, tidak hanya di Jakartra tapi juga di seluruh wilayah di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Makasih udah dibikinin resume interviewnya kak. Semoga pandemi segera berakhir.

    ReplyDelete
  6. Ini yang saya cari, soalnya beberapa portal berita tidak ada hasil interviewnya hehe. Mau diolah data nantinya buat penelitian kualitatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren kalau mau di olah data ya mas, semangat

      Delete
  7. Makasih rangkumannya kak, lebih jelas baca gini soalnya kalau dengerin videonya suka lupa. Semoga pak Anis selalu diberi kesehatan serta pandemi ini segera berakhir.

    ReplyDelete
  8. Mbaaa keren banget ini hasil rekamnya. Aku jadi makin ngeriiii. Sebesar itu angkanya dan ngga main2. Terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  9. Semoga pak anis pak jokowi dan pemimpin2 lain sehat selalu dan semangat melawan covid.

    ReplyDelete
  10. Jujur aja, dalam penanganan Corona, gubernur-gubernur di pulau Jawa relatif lebih bagus dibanding presiden. Dan Anies boleh dikata terbaik, baik dari segi pengambilan keputusan, empati, dan transparansinya.

    ReplyDelete
  11. Semoga para pemimpin bisa saling menginspirasi.

    ReplyDelete
  12. semakin respect lah saya sama beliau. beliau tetap santun ya walau hati dongkol sebenernya pasti sm pemerintah pusat. salah satu ciri orang cerdas sih, tidak pernah menjatuhkan seseorang ada diksi luar biasa di kepalanya.

    ReplyDelete
  13. "saya lebih takut apa yang akan dituliskan sejarawan dimasa depan nanti tentang kebijakan kami. tiap angka adalah suami, istri, ibu, adik, kakak, yang masih sehat-sehat saja bulan lalu, jadi fokus kita seharusnya pada mreka saat ini" Jujur, kalimat-kalimat ini bikin saya merinding. Ya Allah semoga semua pemimpin kita sehat-sehat dan terus mengupayakan yang terbaik, aamiin

    ReplyDelete
  14. Solutif dan penuh inspirasi. aku mau bilang kalau aku kagum sama beliau, tapi takut dibilang pro sana atau pro sini. jadi gak jadi deh.

    ReplyDelete
  15. Ada yang menarik dari ringkasan percakapan versi ini.

    Meski saya sendiri belum nonton video utuhnya.

    Namun ada beberapa hal menarik yang saya ambil.

    Data, data, dan data..

    Menurut saya apa yang telah dilakukan oleh Pak Anies sudah yang terbaik yang bisa dia lakukan bersama jajarannya.

    Dan yang cukup membuat ambigu adakah pernyataan beliau di bawah ini.

    -Pada akhir februari, kami merasa heran kenapa semua tes hasilnya kembali negatif? Kami memutuskan untuk mengumumkan ke publik dst...-

    Ini seakan membenarkan ada data yang (sengaja) disembunyikan.

    Saya juga mendapati ini di situs go.id tentang data positif Covid-19.

    Selalu berubah dan saya beberapa kali mendapati ini terjadi.

    ReplyDelete
  16. Pak Anies, salah tu gubernur tersukses yang menahan laju penyebaran Covid-19. Pemerintah pusat saja nih yang bikin geleng2 kepala saya. Kemarin saya kira udah bakal kelar nih. Eh tahunya Covid-nya pulang kampung. Bandara Soetta ramai, orang bawa surat rekomendasi rumah sakit yang ternyata bisa dibeli, bahkan ada dijual di shopee. Sunggu sika yang sangat abai.

    ReplyDelete
  17. Harapan yuni, pandemi ini segera berakhir. Yuni harus menahan diri untuk nggak mudik. Demi nggak menjadi carier.

    Semoga yang juga disemogakan banyak orang.
    ��

    ReplyDelete
  18. semoga pandemi ini cepat berlalu ya dan situasi jadi kembali nirmal Amin YRA

    ReplyDelete
  19. Bismillah ya, semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa menikmati aktivas seperti biasanya. Buat saya siapapun gubenurnya yang penting beriman dan bekerja dengan prosedur seharusnya.

    ReplyDelete
  20. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan pemerintah kita dan pak Anies selalu semangat dalam mengatasi pandemi ini. Aamiin

    ReplyDelete
  21. Calon pemimpin masa depan indonesia

    ReplyDelete
  22. Keren resume interviewnya kak. Dan pak Anies merupakan pemimpin yang bnyk di idolakan selain bnyak juga yang menghujat huhu.

    ReplyDelete
  23. Memang segala sesuatunya berdasarkan data, memang pandemik ini sangatlah serius, daerah rumahku aja beneran di tutup akses jalannya buatorang luar. Terus kalau memang yang pada pengen mudik ya sepertinya tidak usah balik lagi aja ke Jakarta. Pak Anies memang sigap dalam penanganan ini. Liat diberita bandara sudah penuh ya weis terserah kalian tapi jangan balik lagi ke Jakarta kalau kalian sudah pulang kampung plissss

    ReplyDelete
  24. Semoga pandemi ini segera berakhir ya kak agar kita khususnya masyarakat Indonesia bisa beraktifitas seperti biasa.

    ReplyDelete
  25. Semoga Jakarta sebagai salah satu epicentrum covid 19 mampu melalui semua cobaan ini

    ReplyDelete
  26. semoga jakarta cepat membaik
    kebijakan CFD dan pembukaan wisata jangan dulu dilakukan ya pak anies
    semoga pak anies bisa melewati semua tekanan ini plus di sisi politiknya

    ReplyDelete

Harap komentar yang baik dan relevan ya kak,
Saranghaeyo

Follow Me On

Tentang saya

Met datang di blog NVQueen

Hanya blog Anak bawang yang masih belajar menulis untuk menyampaikan info kesehatan, tips-tips dan sedikit signal dari hati

RECENT POSTS

5/recent/post-list